Matius 6 : 22 – 34
“Burung – burung dan bunga yang ada di padang semuanya dikasihi Tuhan, tak ada yang kekurangan terlebih diri kita yang adalah anak – anak Tuhan pasti dikasihi Tuhan.”
Kekuatiran adalah tanda orang yang kurang percaya. Saat kita kurang percaya akan sesuatu menyebabkan kita panik, dan ketakutan.
Kekuatiran adalah tanda kita belum merdeka. Karena ketika kita dimerdekakan, tidak ada lagi yang membelenggu dan membuat kita takut. Kemerdekaan di dalam Kristus adalah kemerdekaan yang sejati dan melenyapkan ketakutan atas hukuman kekal. Pengharapan di dalam Kristus adalah pasti. Jadi kalau sudah pasti, kenapa kita mesti kuatir ?
Kekuatiran bisa menjadi penghalang mujizat dalam hidup kita. Karena orang yang kuatir alias bimbang tidak akan bisa melihat mujizat Allah yang nyata (Matius 13 : 58)
Kekuatiran membuat kita melihat masalah yang besar dan mengabaikan kekuatan Allah Yang Maha Besar. Jangan biarkan masalah sebesar apapun membuat kita takut atau kuatir dan akhirnya membunuh iman kita terhadap Tuhan Yesus.
Kekuatiran tidak bisa memberikan faedah apa – apa dalam kehidupan kita. Kekuatiran justru membuat kita menjadi takut melangkah maju. Hidup dalam kekuatiran adalah hidup yang sangat menderita dan sia-sia.
Tuhan menghendaki kita menyerahkan segala kekuatiran kita ke dalam tangan-Nya. Meletakkan kekuatiran kita berarti membiarkan Tuhan mengambila alih hal – hal diluar kendali dan kemampuan kita. Menyerahkan kekuatiran adalah langkah awal iman kita mempercayai Tuhan. “ Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37 : 5)
Dari beberapa point yang dijelaskan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa dengan kekuatiran kita tak akan pernah bisa mendapatkan apa yang kita harapkan. Keinginan kita untuk lulus UN bisa terwujud kalau kita tidak kuatir. Percaya dan serahkan semuanya pada Tuhan. Tugas kita adalah belajar dan berdoa, setelah itu semuanya akan Tuhan yang menyelesaikannya. Jika kita percaya maka mujizatpun nyata. Amin